Selasa, 30 Juni 2015

JURUSAN
Jurusan Peternakan mendidik mahasiswa menjadi tenaga ahli yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan di bidang peternakan secara lengkap, mulai dari proses produksi ternak, nutrisi dan makan ternak, pemuliaan, bioteknologi dan kesehatan ternak, teknologi pengolahan hasil ternak dan agribisnis peternakan.
Kurikulum dikembangkan untuk mampu menjawab tantangan kebutuhan oleh  stake holders, sehingga alumni mempunyai unggulan, kompetensi  utama  dan kompetensi  pendukung. Pengembangan kurikulum ditujukan agar lulusannya lebih berdaya saing dan terbukti dapat menghasilkan lulusan  zero  unemployement  (bebas dari pengangguran).
Jurusan Peternakan dilengkapi dengan Laboratorium Peternakan lengkap. Untuk menunjang semua itu telah dibangun kawasan pengembangan ternak (Eksfarm) yang merupakan sentra pengembangan dan budidaya berbagai–komoditas ternak, antara lain kandang produksi ternak potong besar  (sapi), potong kecil (kambing-domba) ternak perah (sapi perah), unggas (ayam pedaging dan petelur, itik) dan aneka ternak (kelinci, rusa) dan unggas langka. Di kawasan ini terdapat unit pabrik pakan ternak, rumah potong, ayam, instalasi biogas.
Website: peternakan.umm.ac.id
Print 
sumber .http://www.umm.ac.id/id/page/01030802/peternakan.html

KEUNGGULAN DAN PERKEMBANGAN

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut.[1]
Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal.[1]
Kegiatan di bidang peternakan dapat dibagi atas dua golongan, yaitu peternakan hewan besar seperti sapi, kerbau dan kuda, sedang kelompok kedua yaitu peternakan hewan kecil seperti ayam, kelinci dll.Sistem peternakan diperkirakan telah ada sejak 9.000 SM yang dimulai dengan domestikasi anjing, kambing, dan domba.[3] Peternakan semakin berkembang pada masa Neolitikum, yaitu masa ketika manusia mulai tinggal menetap dalam sebuah perkampungan.[3] Pada masa ini pula, domba dan kambing yang semula hanya diambil hasil dagingnya, mulai dimanfaatkan juga hasil susu dan hasil bulunya (wol).[3] Setelah itu manusia juga memelihara sapi dan kerbau untuk diambil hasil kulit dan hasil susunya serta memanfaatkan tenaganya untuk membajak tanah.[3]Manusia juga mengembangkan peternakan kuda, babi, unta, dan lain-lain.[3]
Ilmu pengetahuan tentang peternakan, diajarkan di banyak universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia.[3]Para siswa belajar disiplin ilmu seperti ilmu gizi, genetika dan budi-daya, atau ilmu reproduksi.[3] Lulusan dari perguruan tinggi ini kemudian aktif sebagai doktor haiwan, farmasi ternak, pengadaan ternak dan industri makanan.[3]
Dengan segala keterbatasan peternak, perlu dikembangkan sebuah sistem peternakan yang berwawasan ekologis, ekonomis, dan berkesinambungan sehingga peternakan industri dan peternakan rakyat dapat mewujudkan ketahanan pangan dan mengantasi kemiskinan.[3]
sumber  https://id.wikipedia.org/wiki/Peternakan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar